Festival Laba (baca “La Pa”)

mmexport1672373484772

Festival Laba (baca “La Pa”) 

 

Festival Laba, atau disebut juga Festival Delapan “La”, adalah salah satu festival penting di China. Disebut Delapan La karena diperingati pada tanggal Delapan bulan “La” – yang merupakan bulan keduabelas pada penanggalan Imlek. Ada ungkapan “Sesudah Laba akan datang Nian” 过了腊八就是年, Nian disini menunjuk pada Tahun Baru Imlek. Memang sesudah Festival Laba, Tahun Baru Imlek sudah tidak jauh lagi.

Festival Laba masih tetap dilestarikan di China Timur Laut, China Barat Laut dan Jiangnan, namun sudah lebih jarang di China bagian selatan. Maka mungkin dari kita banyak yang tidak tahu, dan tidak pernah mendengar nama festival ini.

Pada mulanya Festival Laba digunakan sebagai peringatan untuk panen yang baru dan tidak mempunyai tanggalan yang tetap, namun sesudah agama Buddha masuk ke China, Festival Laba digunakan untuk memperingati saat Buddha Gautama mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha pada usia 35 tahun.

Selain itu, Festival Laba memiliki 2 makna lagi. Yang pertama, bermakna mengganti yang lama dengan yang baru. Dan yang kedua, masyarakat China secara tradisional mengadakan sembahyang pada Leluhur, Dewa-Dewi (Dewa Pintu, Dewa Dapur, Dewa Sumur, dsb).

Masyarakat China juga akan menyantap Bubur Laba pada saat ini. Ini adalah makanan wajib semenjak Dinasti Song, sejarahnya ribuan tahun. Semua orang, dari kaum istana, pejabat dan rakyat jelata akan menyantap bubur Laba. Di istana, kaisar, permaisuri, pangeran akan menghadiahkan bubur Laba ini kepada menteri, jenderal, dan juga pada kasim dan dayang, juga akan menyumbangkan beras untuk kuil-kuil dan para bhikku. Sementara pada rakyat jelata akan bersembahyang pada leluhur mereka dengan mempersembahkan Bubur Laba, juga berkumpul dan makan bersama keluarga dan teman-teman.

Di beberapa tempat dimana produksi beras sangat sedikit, orang-orang menggantinya dengan mie, dan disrbut juga Mie Laba.

Demikian penjelasan mengenai Festival Laba ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas perhatiannya.

Selamat Hari Festival Laba!

 

Shinta Amelia, CMD
Sinshe Akupunktur

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment